Friday, 11 August 2017

Jalan-jalan ke Durdle Door dan Lulworth Cove - UK

Hey! Jumpa lagi, setelah kayaknya lama ga nulis cerita-cerita gitu karena nulis tesis muluk. Eaaa. #curhatdongmah

Nah kali ini, saya mau share trip yang bakal fun banget dan ga nyesel kalau dilakukan, yaitu jalan-jalan ke Durdle Door! Cuma 2 jam dari London Paddington, kamu bisa menikmati indahnya pantai bertebing kayak di Indonesia. Di Eropa ini rata2 bosen kan ya gedung-gedung klasik, canggih, atau mungkin alam yang bagus tapi tetep aja rindu pantai ga sih? Nah, banyak banget yang mengira apabila ke Durdle Door mesti pakai mobil padahal tidak. Justru kalau kamu pergi summer gitu, naik kereta lebih praktis dan enak karena daylight juga panjang kan. Apalagi bagi kamu yang sibuk kerja atau kuliah dan ga punya waktu banyak. Harganya pun terjangkau, kalau beruntung bisa dapat kereta 50 GBP berdua PP. Lumayan kan. Katanya sih, kalau beli on the spot sekitar 16 GBP sekali jalan. 

Nah! Pertama-tama, saya mau kasih tips kalau pergi ke Durdle Door, mending sekalian ke Bournemouth. Rute yang bisa diambil adalah London Paddington - Wool - Bournemouth - Paddington. Sebagai gambaran, kalau kita pergi naik kereta ke Wool melewati Bournemouth jadi bisa aja sejalan ga perlu berlawanan arah. Setelah sampai Wool station, bisa naik bus yang lama ituh dan muter2, atau naik taxi 16 pounds ajah muat ber 6-8 orang. Jangan sedih jangan khawatir, kalau pergi berdua, bs aja ajakin orang yang ketemu di station untuk share. Kami ketemu dua orang lainnya yang menawarkan diri buat share taxi, jadi ber4 waktu itu dan cukup terjangkau lah karena cepat serta ga usah nyasar.

Setelah itu, kamu bisa ke Durdle door explore pantainya yang berbatu dan bertebing. Bagus banget loh. Jangan lupa explore setiap bukit yang bisa dinaikin, atau bs ditidurin guling2 kalau datar, asal hati-hati ajah. Hepi deh, kami waktu itu cerah jadi cantik banget. Setelah puas, kamu bisa lanjut ke Lulworth Cove. Nah, ini merupakan tempat yang ga diduga. Kami ga berencana ke tempat ini, tapi ternyata dekat sekali dan bagus banget. Kami waktu itu pilih ke lulworth cove dulu lalu ke durdle door karena penasaran, tapi menurut saya sih mending ke durdle door dulu karena di lulworth cove ada toko ice cream dan juga tempatnya syahdu banget kalau mau duduk2. Tergantung sih ya, pilih mana sesuai selera. Oiya, perjalanan dari durdle door - lulworth cove itu menurun, sebaliknya lulworth cove - durdle door menanjak tajam. Nah, saya pikir mungkin saja bisa pesan taxi pulangnya ke lulworth cove, walau mungkin fare nya beda ya karena taxi menggunakan argo. 

Bukit luas antara Durdle door dan Lulworth Cove




Pemandangan Trekking dari Durdle Door ke Lulworth Cove


Lulworth Cove
Durdle Door and the flowers

Durdle Door

Jurrasic Coast, Dorset

Setelah puas dengan durdle door dan lulworth cove, kamu bisa menuju station wool lagi dan menuju Bournemouth. Berbeda dengan Wool, Bournemouth sudah ramai sehingga bus nya banyak dan tidak perlu lama menunggu. Kami menuju pantai / city centre Bournemouth dengan bus M1/M2 - 5 menit perjalanan ajah qaqa. Ingat, pulangnya hanya bisa dengan salah satu bus itu (gak bisa dua-duanya), aduh tapi saya lupa banget kalau mau balik ke station naik apa ya. Tips menghemat beli bus di sini adalah beli pp aja jadi gaperlu ngeteng, karena kita tidak akan menggunakan oyster TFL di kota ini. Siapkan uang cash ya.

Hal yang menarik dari Bournemouth adalah beach hut warna warni. Menurut saya sih, sehingga kita ga perlu ke pantai Brighton buat foto depan beach hut itu. Hehe. Tapi saya juga senang sekali dengan kotanya yang shantay kayak (emang beneran) di phantay. Pier nya juga jadi bikin kita merasa di San Fransisco (padahal belom pernah ke LA). 

Well, intinya, selain London itu sendiri yang ga akan ada abisnya untuk di-explore, destinasi-destinasi luar London tapi dekat dan terjangkau pun bisa jadi pilihan yang ga kalah menarik. Hal yang paling special buat kami dalam trip ini adalah hanya dengan 2 jam dari London, kita bisa memanjakan mata dengan view ala Indonesia yang kita sendiri belum pernah kunjungin. Kami jadi pengen conquer NTT dan NTB setelah ini #eaaa. Karena pasti ga kalah bagusnya kan..

Selamat jalan-jalan!








Our very first beach sand in Europe




Tuesday, 23 May 2017

Review Vendor : Rio Harlan Entertainment

Entertainment adalah salah satu vendor yang ga pakai di-survey, ga pakai ditimbang-timbang, tapi tetep nego harga hehe #canda. Bukan karena sponsor (kami bukan artis sih :D), tapi karena teman sekantor suami saya punya band wedding dan cafe kece. Jadi, pada saat kami mau nikah, ya langsung saja minta untuk teman suami bisa ikut meramaikan hari bahagia kami.  Makasih buat suami yang bantu urus bagian cowok ini, hehe saya kurang paham urusan band dan printilannya ini.

Kebetulan, band nya memang kece dan mama mertua suka ala ala jazz. Kebetulan lagi, ternyata harganya juga bagus loh :) Saya pun setelah dikasih lihat link video nya langsung oke ajah. Langsung cus ya denger dan tonton langsung di follwoing links :
Rio Harlan Entertainment yang kece gitu deh bandnya.

Apabila kamu suka dan mau menghubungi yang punya, silakan ke kontak berikut ya :
Rio Harlan 08558111423

Nah, selain informasi penting di atas, saya mau share bagaimana menghemat pos budget di entertainment ini yang mau digunakan di sasana kriya. Bagi yang sudah bisa menebak, ya memang konsekuensi punya hajat di sasana kriya adalah apabila tidak hati-hati nanti di charge lagi charge lagi. Hehe. Sehingga, perlu diperhatikan sampai detail, termasuk sampai berapa jumlah watt yang dikonsumsi band kamu.
"Kapasitas listrik yang diberikan sebesar 5.000 watt. Setiap penambahan per 1.000 watt-nya dikenakan biaya Rp 750.000,- selama acara. Maksimum kapasitas listrik yang diberikan oleh Gedung adalah 10.000 Watt setiap ruangannya, diatas 10.000 watt diharuskan mengunakan genset. Guarantee Fee untuk penambahan kapasitas listrik akan di tagihkan oleh pihak gedung sebesar Rp.1.500.000,- sebelum acara dan akan di kembalikan apabila ternyata tidak ada kelebihan listrik yang di gunakan"
Karena sasana kriya ga menyediakan sound system, jadi jangan lupa mintakan ke vendor entertainment sekalian paket sound system-nya. Berdasarkan kesepakatan yang mau tidak mau kita setujui pada poin di atas, kami pun berusaha agar tidak melebihi 5000 Watt. Nah, ternyata, 5000 Watt ini khusus untuk band. Tenang. Jangan sedih. Jadi kalau dekorasi atau foto butuh listrik, ternyata jatah mereka sudah include - jadi bukan dari 5000 Watt ini. Berangkat dari situ, suami konsultasi sama pihak band, dan untuk penggunaan Sasana Kriya Mandira, 5000 Watt cukup ajah untuk band yang sederhana. Kami juga perlu hanya jazz ala ala dan acoustic, jadi ya ndak masyalah untuk paket sebagai berikut:

Music Instruments (4 Musicians) :
i. Vocal
ii. Guitar
iii. Bass
iv. Cajon

Sound system :
i. 5000 Watt of sound system set
ii. 2 unit of wireless mic

Rio Harlan Entertainment juga punya paket untuk full band, grand piano, lebih dari satu singer, dll. Monggo ya di check ke yang punya. Hehe. Dan! Jangan lupa pastikan ada mic! Buat MC nya butuh nih. Hmfiuh. Apa lagi ya?

Well, abis itu sih tinggal teknis kapan instalasi alat, dan juga kalau mau pakai sound di akad, pastikan semua alat boleh dipakai yah dari akad sama vendornya hihi otherwise, ga kedengeran pas ada yang ngomong lantang saya terima nikah dan kawinnya.

Finally, ada PR yang harus dikumpulin loh. Haha. Kadang suka beda selera #halah sama pasangan, dan juga keluarga untuk menentukan PR ini, yaituuu..... jeng... jeng... jeng.... list lagu. Haaha. Lucu kan. Karena (salah satunya) list lagu doang, kadang (kadang loh ya) membuat acara nikahan ini jelas terlihat bukan cuma acara dua orang, atau malahan jangan-jangan "penganten" nya terkesan ga cuma sepasang. Lucu kan :D.

Selamat pilih Rio Harlan Entertainment yah dear calon pengantin :) Hihi

Thursday, 18 May 2017

Review Vendor : Dekorasi

Sebelum ingin menikah, saya merasa bahwa dekorasi pada pernikahan tidak terlalu penting. Sampai akhirnya saya harus urus ini itu untuk pernihakan saya sendiri, termasuk dekorasi, tetep dirasa alokasi budget lebih baik untuk yang lain. Saya beruntung dapat vendor sasana kriya yang ga perlu di utak atik juga udah cantik. Tapi, rupanya mama mertua ingin dekorasi yang cantik. Nah, dari pengalaman kakak ipar sebelumnya, ternyata mama udah terlanjur suka satu vendor. Hal ini dikarenakan dulu, ternyata heboh banget ngurusin dekorasi, tapi vendornya baik banget yang dulu dipakai mau menuruti semua keinginan klien.

1. Garda
Ini dia vendor pilihan mama mertua yang memang sabar banget menghadapi klien, berpengalaman, dan terpercaya. Pada dasarnya saya manut aja sih, tapi memang Garda seneng banget pake lampu LED warna warni yang kurang pas di hatiku - well, bagian ini pasti bisa di adjust sih haha. Dan sayangnya, setelah tanya pricelist, budget nya ga cucok a.k.a ketinggian. Memang masih bisa nego, tapi kalau turunnya ga banyak, kami memang belom cocok aja pada kesempatan kali ini.

Marketing : 08129081122
gardaweddingdecoration@yahoo.com

2. Kemuning
Setelah hunting beberapa vendor dan akhirnya gak sengaja lihat performance Kemuning, saya, mama mertua, termasuk suami, suka banget sama konsep gebyok modifikasi putih Kemuning. Ternyata marketingnya namanya Mas Toto (mungkin sekaligus yang punya-entahlah). Dari harga awal sampai akhirnya berkurang jadi harga mentok-tok-tok sebetulnya saya udah sreg. Karena mas toto baik dan harga nya (terpaksa) cocok (karena masih aja mayan mahal menurut eik). Komunikasi juga ga ada kendala, konsep dekorasinya pun saya suka dan baik-baik aja.

Mas Toto Kemuning : +6281283777883
kemuningdekor@yahoo.co.id

Tapi, baik dan ga bermasalah pun ga berarti bisa kerja sama, karena emang belum jodoh. Hehe. Ternyata ada vendor lain nih.


3. Tiara Dekorasi Abadi
Sekaligus share cara hunting vendor terjangkau tapi bagus, saya mau cerita nih caranya di sini. Walau bisa jadi ga sepenuhnya bener, mungkin bisa jadi inspirasi buat yang bingung mau hemat biaya nikahan.

Pertama, saya kepo baik di instagram, facebook, dan blog orang. Prioritas dicari adalah yang setema, misal kalau mau tema Jawa, ya skip aja yang spesialisasi padang, palembang, atau international. Kedua, untuk mendapatkan vendor terjangkau, cari yang paling sedikit follower dan performance-nya. Dalam hal ini bisa aja kecele sih (terjebak, terperangkap, salah sangka). Haha. Jadi, jangan-jangan saking jarang perform-nya karena kurang kooperatif dan emang mahal gitu haha atauu ya mereka aja yang ga meng-upload semua performance di social media-nya.
Ketiga, jangan ragu langsung tanya aja pricelist nya, lalu bandingkan dengan yang lain.

Dari list Sasana Kriya, Kembang Setaman menarik juga, tapi respons lama. Nah! Tiara Dekorasi Abadi ini adalah salah satu yang aku hubungin, karena jarang sekali orang pakai pada waktu itu, dan masih belum se-hits sekarang (mungkin kusalah sangka juga sih hihi). Kebetulan langsung diajak lihat performance nya di Sasono Utomo. Ternyata yang punya hajatan ngundang SBY, jadi ga heran dekorasinya pun kece banget. Menurutku bagus dan rapi. Hanya saja waktu itu, ngobrol sama Mba Opi, harganya overbudget, dan pricelist standard untuk Mandira Ballroom pun masih mahal.

Berbulan setelah diundang liat performnya, gak sengaja saya ada ujian, jadi away dari urusin nikahan bentar. Mama mertua langsung nego ke Mbak nyah dan deal dengan harga mencengangkan (turunnya lumayan) hehe. Ya akhirnya. Deal saja langsung.

Dalam prosesnya, saya juga seneng karena Mbak Opi marketing yang baik, berdedikasi (malem juga masih aja on ladenin eik), dan pinter jualan. Wakakak emang dasar. Bagian yang bikin hepi, pas hari H, ternyata mereka mengakomodir kebutuhan kami, dan dapet beberapa bonus serta upgrade (photo corner-nya jadi kece). Bahkan aku minta kursi rotan yang klasik buat akad warna putih, mereka ga punya, jadi mereka mau produksi baru loh. Iya, saya urus dekor dari mini garden pelaminan ga boleh ada gelombang cinta yang menjuntai gede-gede sampai kursi apa yang mau dipake buat akad, kain hiasan mau jumputan warna ijo (sespesifik itu), sampai juga letak pohon di mana ajah. Alhamdulillah, marketing nya bantuin banget hehe. Tiada gading yang tak retak, ada juga beberapa yang kurang pas, seperti ga ada bintang-bintang di backdrop hitam dan bawah meja akad ga ada karpet (sad).

Overall, cantik banget dekorasi acara kami tahun lalu. Senengnya sampai sekarang #halah. Bahkan, hampir semua orang bilang dekorasinya cantik, termasuk Eyang Habibie memuji dekorasi-nya, tentu setelah bilang mantennya cantik. GR boleh lah LOL!

Email. tiaradekorasiabadi@gmail.com;
Facebook: tiaradekorasiabadi
IG : tiaradekorasiabadi
Bridestory: Tiara Dekorasi Abadi















Tuesday, 16 May 2017

Review Vendor : Fotografi

Ini adalah salah satu pencarian vendor wedding yang membuat saya terkaget-kaget. Alasannya adalah ga disangka-sangka (ternyata) vendor fotografi mahal juga. Apalagi di Sasana Kriya vendor fotografi harus rekanan sehingga sudah ada standard harga pastinya yang mentok kalau mau diutak-atik. Terbukti dari ketika tanya sana-sini kurang lebih harganya berkisar antara itu-itu saja. Walau, pasti ada lah vendor-vendor yang harganya lebih mahal dibanding dengan yang lain.

Pertimbangan calon pengantin pasti beda-beda ya dalam memilih vendor foto. Kalau untuk saya pribadi asalkan saya senang dengan hasilnya dan tetap terjangkau. Hasilnya bisa dilihat di instagram, youtube untuk video, facebook, atau mungkin review dari orang lain. Nah, senang nya orang beda-beda, jadi masalah taste aja sih foto tuh, ada yang senengnya foto natural, terang ala ala surgawi, atau gelap-gelap sephia, redup drama, yah macem-macem. Asal klik dan deal nya cocok, sikat aja lah. Masalah output sih bisa dibicarakan, siapa tau ada bonus-bonus tambahan.

1. Wong Akbar
Tau dari Wong Akbar sebetulnya malah dari kawinan orang-orang yang kalau lagi datang test food, sering kali kangfotonya wong akbar. Hehe jadi penasaran dan liat galeri instagramnya, suka deh. Langsung aja lah tanya ke marketingnya dan dibalas cukup cepat dengan paket pricelistnya.

Sebetulnya paket yg ditawarkan cukup menarik karena lagi ada paket free pre-wedding atau free photobooth. Tapi, saya sudah punya vendor foto pre-wedd dan ga memerlukan vendor photobooth. Jadi, sayang sekali paket yang ditawarkan relatif lebih mahal bila dikurangin 2 items tersebut.

Kesimpulannya sih harga ga masuk di kantong :D

2. Pasopati
Pertama kali nemu pasopati ini pas lagi ada diskon paket basic seharga 15.500k. Di mana itu harga paling murah yang saya temui selain Batavia photo (ps: di antara rekanan sasana kriya). Tapi setelah dilihat ternyata produknya ga cover semua, misal, belum ada screen, same day edit, dan print foto cantik yang diperbesar :D. Setelah dihitung dengan memasukan semua komponen yg dimau, more or less sama dengan vendor yang aku lebih suka hasil fotonya di instagram. Jadi lah ku ga jadi pilih vendor ini.

3. Maknafoto
Mirip sama ketemu jodoh, ketemu Maknafoto ini ga sengaja dan tanpa ditebak. Setelah pasrah cari-cari vendor yg tak kunjung sesuai dengan kantong, kebutuhan, dan juga selera foto, saya beranikan diri untuk tanya marketing wong akbar buat nego, tapi gatau nya malah diinfoin ada vendor yang sesuai budget tapi tetep bagus Maknafoto.

Langsung aja nego sama mas Agus yang siap sedia walau udah malam tetep ditanya dan diganggu, doi jawab aja semuanya. Dan cocok.
Overall, hasil dari maknafoto ini bagus, relative cepat, tapi ada hal yang di rasa kurang. Yaitu saya dijanjikan ada fotografer yang stand by untuk foto keluarga di booth, tapi sayangnya ga semua kepotret. Mungkin ga fully kekurangan dari vendor fotonya, bisa WO, bisa pihak keluaarga yg ga mau difoto, atau manten nya yang lupa koar-koar tolong foto di booth saking banyaknya yang diurusin :D. Saya juga dapat customize box storage album yang bisa memajang undangan, souvenir, dan buku pengajian, tapi nyatanya kurang bagus dibanding dengan box kayu exclusive. Ini koordinasi antara maknafoto sama saya kayaknya miss. Mereka ga nunjukin sebelunya bakal jadi kayak apa, saya nya juga sudah sibuk kuliah jadinya ga kepegang.

Well, saya tetep seneng sama hasil VIDEO dan foto nya! Bagus banget deh. Hepi. Bahkan, saya minta edit perintilan yang mungkin bagi orang ga penting, tapi bagi saya penting, mas produksi nya mau, yey.. Sampai saya juga minta pre-set warna saking saya mau hasil fotonya ga gelap redup, dan tetep cerah tapi terlihat natural.

Oiya, kebetulan saya ambil prouduk same day edit yang menampilkan acara akad nikah kita pada saat resepsi kita. Saya ga expect banyak karena kerjainnya cuma sejam dua jam. Tapi, so far, ini produk yang paling memuaskan dari Maknafoto buat kami (menurut saya sih). Berikut hasil same day edit yang saya seneng banget nontonya:


Kalau ini foto keluarga di pelaminan:




#. Superbeng Photo
Kalau vendor ini vendor khusus prewedding dan acara rumah. Ga perlu diragukan lagi bagus dan service memuaskan. Saya ga perlu survey kalau ini, sudah ditentukan dari awal saking bagusnya vendor ini, tinggal nego aja harga dan produknya. Tapi, mereka juga motret di acara akad nikah saya, dan bagus dong hasilnya. Apalagi sekarang menurut saya sudah makin berkembang baik skill motret dan juga lensa serta kameranya hahaiiii. Terlepas dari yang punya teman saya, saya sangat subjektif menilai. Bagi yang penasaran bisa kepo di sini dan di sininih.

 




Jadi, menurut saya sih, dalam mencari vendor foto, yang perlu diperhatikan adalah hasil foto mereka. Apakah kalian suka atau ngga. Selain itu, tentu produk yang mereka tawarkan. Minta bonus paling mudah adalah perbesaran kanvas, karena relative lebih murah dibanding bonus screen kali ya :) Perlu photobooth atau ga, saya sih pribadi yang kalau dateng nikahan ga prefer antri foto di booth, toh saya ga pajang semua hasil fotonya, cuman numpuk aja. Jadi kami putuskan ga kasih photobooth karena toh dah ada souvenir juga kalau niatnya mau kasih kenang-kenangan. Depends sih sama preferensi.
Selain itu, pastikan pula jenis kertas albumnya yang kamu mau apa. Apakah itu photo paper atau (so called) magazine. Saya pribadi lebih senang magazine karena tipis walau perawatan mungkin akan lebih rumit. Apakah perlu pake jimmy jib (kamera gede muter-muter kayak di tv itu loh) atau ngga. Apakah perlu prewedding atau ngga - jangan-jangan ga perlu amat.

Nah! Kalau kamu mau prewedding, outdoor pula, perhatikan tempat dan durasi foto, jangan sampai ada extra charge karena ternyata foto-foto gitu doang bisa makan waktu lama loh :) Tapi untungnya saya foto sama Superbeng Photo, mereka baik banget #teteup.








Monday, 17 April 2017

Paris Trip

Bagi yang mau ke Paris tapi ga punya banyak waktu, saya saranin pergi 2 hari aja apabila mau ke Versailles. Well, tapi kalau masih sibuk di tengah-tengah padatnya tugas kerja atau kuliah, paris dalam waktu sehari, kurang dari 24 jam, kenapa ngga?

Paris Visite
Siapkan Paris Visite 1 jour (1 hari) yang bisa di beli dari mesin tiket di stasiun metro. Tiket ini berlaku untuk semua metro dan semua bus seharian penuh tapi harganya beda-beda tergantung zona. Pilih zona 1-3 apabila berangkat dan kembali ke stasiun bus internasional seperti Gallieni Station. Kalau mau ke versailles pakai zona 1-4 (gak bisa satu hari ajah). Kalau mau muter-muter paris seharian di tengah kota mungkin cukup zona 1-2 dengan paris mobilis - pasti lebih murah. Untuk paris visite zona 1-3 harganya 11.56 euro.

Rute Perjalanan
Gallieni
Berangkat dari Amsterdam malam sampai Paris early morning bisa menghemat pengeluaran untuk akomodasi kamu. Kami lakukan itu, bahkan pulangnya pun di hari yang sama ambil Bus malam sampai Amsterdam pagi banget begitu juga sampai London. Konsekuensi nya badan pegel walau tetep hepi. Alhamdulillah. Nah, best route yang kami lalui adalah sebagai berikut:

Eiffel Tower
Dari stasiun bus naik metro aja ke tengah kota, tujuan pertama adalah Eiffel Tower. Selain supaya rutenya bagus ga bolak balik, ternyata kalau mau naik ke tower nya harus antri panjang banget jadi harus dari pagi ke sini. Kami sudah sampai jam 9 kurang aja udah antri banget. Jadilah kami memutuskan ga naik ke atas karena : antri panjang, takut ketinggian, waktu mepet, dan untuk menghemat. Walaupun bisa mesra-mesraan sama kekasih halalku di atas salah satu kota romantis dunia, yaudah lah ya ga usah naik ke atas. Biar cepet dan menang banyak muterin semua tempat. Inget, waktu kita cuma sehari.
Oiya, kalau sempat kunjungi eiffel sunset sampai malam beruntung sekali karena kelap kelipya bisa dinikmati setiap jam sekali dan hanya 5 menit aja light shownya.







Pont de l'Alma (Tourist Boat Tour on the river La Seine Paris, France)
Setelah puas foto-foto di jardin (garden) depan eiffel, kami menuju ke Pont de l'alma untuk janjian sama temen kami kang eja #rezatour wakakak. Awalnya doi sarankan naik aja boat tour nya, bisa keliling paris hanya dalam waktu sejam bisa lewatin semua main attraction di paris. Tapi karna waktu dan untuk menghemat, kami ga ikutan tour. Janjian di jembatan aja lah, yang kebetulan tempat terowongan Lady Diana meninggal. Anw, pont artinya jembatan.




Arc de Triomphe
Dari jembatan lady diana (sebut saja gitu ya) haha! kami ke Arc de Triomphe dengan metro. Lupa euy statsiunnya apa, coba aja google maps atau mapper. Dan Alhamdulillah cuaca cerah.




Pont Alexandre III
Setelah itu, kami jalan. Yah, namanya juga jalan-jalan, ternyata paris kecil dan bisa di lalui pakai kaki ajah. Positifnya, kita bisa asik menikmati matahari yang jarang-jarang ditemuin di Eropa yang baru mulai spring ini, udah gitu rutenya tinggal lurus aja kok jalannya, kotanya cantik lagi. Sepanjang jalan kenangan itu namanya Avenue des Champs Elyses. Negatifnya ya capek sih mak.
Oiya, perjalanan dari Arc de Triomphe ke Pont Alexandre bisa lewatin macem-macem, ada shopping area, Grand Palais, Petit Plais, terus banyak yang caem qaq bangunannya minta dipotret.

Grand Palais

Pont Alexandre III cantik menghadap ke eiffel


Jardin des Tuileries 
Jalan Avenue des Champs Elyses kalau diterusin lagi, kita sampai ke Biaglala dan Monas nya Paris. Semua ada di Jardin des Tuileries. Ini kesukaan saya sih, karena ada eskrim cone yang ENAK banget dan kita bisa duduk cantik bermandikan cahaya matahari makan crepes. OMAGA. Alhamdulillah yah. Di jardin ini, ada juga Obelisque de Louxor (Monas) dan the Big Wheel (Bianglala). Ngapain juga sih ya naik bianglala, mending makan eskrim pinggir danau tengah jardin. Jardin nya btw cantik banget juga.


Musee du Louvre
Lurus lagi kita bisa liat Musee du Louvre. Ini sih pengen banget masuk, tapi antrinya ampun, udah ga 26 tahun jadi mesti bayar, dan udah laper huhu. Jadinya foto di depannya aja. Udah hepi karena caca cerah. Tapi spot foto paling favourit saya sebetulnya ada bunderan isi pohon bentuk dan bunga dengan background segitiga dan Museum Louvre-nya. Kebetulan saya baru tau sebetulnya ya Musee du Louvre ya nama museumnya, segitiga kaca itu mah tambahan dan baru aja dibikin.




Ga pernah tau ada gate ini yang cantik banget di sebrang Louvre

River Seine - Paris-Plages
Nah, tujuan utama abis dari Louvre sih Notre Dame. Tapi ternyata bisa ngelewatin sungai Seine dan kalau summer, pinggiran sungai ini dijadiin pantai buatan gitu. Dulu liat di tipi ada pantai buatan di Paris hehe. Walau belum summer jadi belum ada pantainya, tapi tetep unyu sih menurut saya jalan santai pinggiran sungai.

Notre Dame Cathedral
Di Notre Dame kami foto di depannya ajah. Rame banget deh di sini, karena ada juga hall terbuka yang besar banget dan ada Titik 0 Perancis. Alhamdulillah dah injek titik nol nya, jadi katanya bisa balik lagi ke sana. Aamiin. Harus ke sini ya. Nah habis ini makan dulu, baru ke masjid. Saya bahas di bagian makan enak ya tentang tempat makannya!



The Grande Mosque de Paris
Last but not least! kami ke Masjid agung perancis. Sekalian sholat dan ternyata subhanallah bagus baget masjidnya. Tapi sebetulnya jadi lebih pengen banget ke mekah, madinah, dan cordoba. Walau masjid paris mirip-mirip masjid tanah abang yg di lantai atas itu, tapi bunga-bunga dan tamannya ga ada yang kalahin. Jadi motivasi dan isnpirasi untuk model bangunan masjid nih.







Makan Enak
Kalau ke paris ga cobain makan traditional french cuisine sih bhay ajah! Kami makan di dekat Notre Dame, di Rue Saint-Severine nama restaurant nya Le Sainsev'. Recommended banget kak. Makanan tersaji lengkap dengan table manner dan 3 courses mulai dari appetizer, main course, dan dessert. Suasanan restaurant nya romantis lagi.

Kiri atas ke kanan bawah : 1. Beignets de calamars, 2. Moules à la crème, 3. Escargots, 4. Soupe de poissons, 5. Côte d'agneau, 6. Saumon rôti, 7. Cuisse du confit de canard, 8. Crème brûlée, 9. Tarte tatin
The Romantic Le Sainsev'

Kabar sangat sangat baiknya adalah harganya mahasiswa banget jangan sedih jangan khawatir. 16 euro aja untuk menu gourmet nyah kakakk!

Helpful Things
RATP
Kalau di atas-atas bingung saya cuma sebutin rutenya tapi ga jelasin naik metro apa nomor berapa turun mana, jangan sedih. Siapin pulsa, paket internet, untuk google maps buat rute jalan, dan RATP untuk mapper bisa sekalian buat informasi transportasi di Paris.

#rezatour
Atau kalau ga mau ribet dan pasti dapet trip aman, nyaman, dan tenang bisa hubungin kang eja instagram @nurizki25 siap nemenin asal waktu cucok. Bisa ditanya-tanya kak for further details. Kalau mau jalan-jalan rombongan, belanja, group kecil, apa aja lah. Aih, bakal berkesan deh pokoknya!

Awalnya, saya kurang tertarik sama Paris, tapi suami saya ajakin ke Paris. Seneng bukan main dong diajakin romantis-romantisan. Dipikir-pikir, masa sudah di eropa ga ke Paris? Tapi akhirnya saya tau, kenapa orang senang sekali ke Paris. [Makasih ya suami, udah ajakin aku ke Paris]. Walau akhirnya kami pulang ke tempat yang beda, suami naik bus ke London saya ke Amsterdam, semoga cepet ketemu lagi ya secepatnya banget sangat segera. Aamiin. #maafincurhat


Sampai jumpa di jalan-jalan berikutnya!