Showing posts with label tips hemat. Show all posts
Showing posts with label tips hemat. Show all posts

Thursday, 23 August 2018

DIY Album Foto Jalan-jalan

Dalam rangka membungkus dan mensyukuri kenangan indah selama satu setengah tahun tinggal di Eropa, saya tetiba berhitung, kok ternyata pernikahan saya juga udah mau dua tahun berlalu. Alhamdulillah begitu banyak yang sudah kami lalui bersama, termasuk pacharan ghitu khan. Hadiah anniversary pernikahan sudah barang tentu menjadi sesuatu yang diidamkan.

Nah, termasuk kali ini, saya pengen banget bikin album foto jalan-jalan kami ala ala kenangan anniversary gitu. Tapi sebagai ibu rumah tangga yang bijaksana, saya pikir, buat apa keluarin (banyak) uang buat:
Hire kang foto jaman sekarang yang bisa dipanggil online itu
Karena harga frameatrip atau sweetescape setara dengan budget buat ngetrip ke tempat lain. Lagi pula kami dah terlanjur punya foto cakep (iyain aja plis)

Atau misal minta layoutin dan bikinin album sama designer grafis
Karena itu harganya sama aja kayak mau pre-wedding lagi ya males ae mending nabung ya, dan lagi pula, again, dah terlanjur punya foto cakep khan. Bisa 500k layoutnya aja, print nya another 600k kalau mau yang premium kayak album nikahan mungkin.

Atau bisa juga sih bikin murah melalui toko online
Nah. sebetulnya ini sih opsi murah meriah karena kita ga perlu repot layout eh udah jadi aja. Tapi, saya selalu khawatir karena: belum tentu layout nya bagus, ga tau spesifikasi kertas dsb (kan ceritanya bukan orang percetakan, jd saya butuh melihat dulu contoh kertasnya gitu), lalu ga bisa revisi design, ya kali kan, udah tau saya orangnya agak detil dan banyak mau urusan macam album kenangan ginian, ga mungkin tenang tanpa revisi.
Paket jumbo misal 20x30 cm, ada yang jual 300k.

Dengan pertimbangan satu dan lain hal di atas, saya bikin sendiri aja deh mendingan, dengan modal nekat, skill seadanya, dan taste yang bagus (wakakak, biarin kepedean). Nah, melalui tulisan ini, saya ingin sekali berbagi gimana caranya bikin DIY album foto, karena banyak yang ingin sekali bikin dan tanya detil nya setelah melihat instastory saya (ala ala selebgram gitu). Albumnya udah dishare di highlight story Vol.1 kalau mau lihat hehe. Detil nya adalah sebagai berikut yaaa:

1. Aplikasi: Bisa pakai photoshop, tapi saya ga bisa, jadi pilih website canva buat cari template praktis. Tapi tetep perlu kesabaran buat pilih foto, edit, upload, tempel, atur layout di canva. Hmfiuh. Biasa sih edit pake snapseed dan vsco ae dr hape jadi foto2 di-export import nya banyak deh, ribet. Kelebihan dari canva juga gratis ya haha serta banyak banget template nya jadi bisa dapat inspirasi buat atur2 layoutnya. Tema design dan filter fotonya juga beragam, lovely.
2. Ukuran: Karena adanya 20x25 cm, ya saya ikutin ajah. Bisa kalau pake canva premium adjust size. Atau pake photoshop. Oiya, belajar dari pengalaman, kalau mau dicetak, perhatiin nanti margin jilid ya. Punyaku mendelep gitu beberapa halaman ga keliatan designnya huks.
3. Halaman: Bebas! Saya sih 30 halaman karena udah capek, mager banyak-banyak foto, dan itu maksimum dari satu file canva. Bisa aja sih bikin di file yang berbeda ntr tinggal di merge.
4. Print: Nah, setelah berminggu-minggu bikin, almost 2 bulan lah, saya mantap cetak di Buring Depok. Bisa di mana aja sih asal sesuai selera dan kantong. Kertasnya art carton (210-260 gr), laminasi doff, hardcover. Nah jangan lupa perhatikan halaman satu mau apa, dua, dsb. Jadi periksa dulu bener-bener. Selain itu, perhitungan harga biasanya per A3 jadi mereka bakal potong2 sesuai ukuran halaman kita. Nah, jadi beda ukuran album bisa jadi beda harga.
Dengan ukuran 20x25 cm, 1 A3 bisa dibagi 2. Total, harga sama hardcover 203k ajah. Tapi, capek banget kaka design sendiri.


Ini contoh design yang bisa kita bikin di canva


Hahahahha, yaudah, sekian yang mau saya share. Semoga bermanfaat dan bisa jadi inspirasi bikin sendiri album foto kenangan.


Saturday, 4 November 2017

Ikut student trip atau atur sendiri?

Bagi mahasiswa di Eropa, cari/atur trip murah keliling Eropa adalah semangat untuk menyelesaikan tugas serta semangat untuk memulai tugas yang baru. Nah, sering juga ada penawaran dari student tours seperti Pm2am atau Wanderlust student trips untuk liburan murah. Namun, kebanyakan mereka atur menggunakan bus, hotel sharing, dan waktunya gak flexibel sesuai keinginan kita. Walaupun demikian, bukan berarti kalau kita atur trip sendiri selalu lebih mahal daripada ikut student tours loh. Di sini saya mau share celah mana yang bisa disiasati untuk bikin trip seru tapi tetap murah.

Sebelumnya, saya juga pernah ikut tour apabila memang setelah diatur sendiri akan sama saja ujung-ujungnya kayak student tour. Contohnya, London-Stonehenge. Waktu itu kami ikut student tour karena memang ke sana mesti pakai bus dan susah kalau ga ikutan tour. Lalu katanya sih, kalau mau ikutan cruise baik di Scandinavia atau di Greece, mending ikutan student tours karena lebih murah dan praktis. Saya sendiri sih cruise ini belum pernah. Hehe.

Well, lanjut yuk gimana atur trip murah.




Penerbangan
Pertama, cari tiket pesawat sudah jelas yang murah-murah bisa di-compare di skyscanner. Kalau bisa sebelum cari tiket pesawat, atau misal surfing goeuro sekalipun, apus dulu history dan cookies nya. Pasti harga nya akan lebih murah karena setiap kita klik di device kita, mereka akan mengenali kita di kemudian klik. Jadi, supaya ga dikenali dan harganya seakan-akan kayak orang yang baru pertama buka, hapus dulu itu cookies nya. Pesanlah dari jauh-jauh hari. Pesawat hari selasa-rabu biasanya lebih murah.

Kedua, cari rute ryanair. Sepengetahuan saya sih, maskapai ini relatif lebih murah dibanding yang lain. Tapi coba komparasi juga dengan maskapai lain ya. Coba pilih bandara-bandara yang lokal atau bukan bandara utama lah. Misalnya nih, kalau mau ke barcelona, bisa saja pilih Maastricht - Girona (Barcelona) dibandingkan Amsterdam - Barcelona. Dijamin akan nemu yang lebih murah. Memang sih, perhatikan juga transport dari bandara pinggiran itu ke tempat yang kamu tuju. Supaya ga rugi bandar. hehe. Tapi biasanya akan lebih murah ke bandara pinggiran. Misal ke London Heathrow pasti beda puluhan euro sama penerbangan ke London Stansted. Sedangkan dari stansted tinggal nambah belasan euro mungkin buat pp ke tempat yang dituju.

Selanjutnya, cari aja dulu jalur alternatif. Misal mau ke Geneva dari Amsterdam. Dibanding pilih rute Amsterdam - Geneva yang sudah pasti mahal, kenapa gak ke Amsterdam - Nice - Geneva. Hehe. Atau, misalnya nih Amsterdam - Santorini kan mahal. Pilihlah dulu terbang dari Milan. Pokoknya disesuaikan ajah.

Transportasi lain
Apabila gak naik pesawat, banyak juga bus dan kereta kan. Khusus bus sih kayaknya harga ga akan jauh-jauh ya sesamanya dan gak lebih fluktuatif dari pada pesawat. Tapi mereka suka ada promo sih, seperti flixbus bisa dapat 99 euro untuk 5 kali perjalanan dalam 3 bulan. Bener ga ya? Haha, coba cek di website nya. Oiya, tapi terkadang bus antar-kota antar-negara seperti flixbus atau oui bus bisa jadi lebih mahal dibandingkan bus lokal yang juga bisa berangkat menuju negara tetangganya yang masih se-regional. Bus lokal pasti lebih murah. Seperti bus lokal Annecy - Geneva atau Salzburg - Munich. Hal-hal kayak gini sih compare-nya bisa juga nemu di goeuro.

Untuk kereta juga sama sih pada dasarnya. Namun, menurut saya jarang sekali trick ini bisa ditemui di goeuro. Jadi, kalau bisa browsing dulu yang dalam. Kalau saya, kasih tips ini contoh untuk Germany dan sekitarnya.

Germany ini punya tiket lebih murah untuk kereta regional (lokal) loh. Ada penawaran khusus buat weekend, buat kereta regional, khusus group, dan lain-lain. Tapi sayang gak berlaku untuk kereta ICE/international train/kereta cepat. Coba cek dulu deh di sini. Saya waktu itu pakai tiket Bavaria buat jalan dari Salzburg - Munchen, Munchen - Fussen. Juga pakai weekend ticket dari Arnhem (NL) - Dusseldorf - Koln - Aachen dan sebaliknya. Cukup makan waktu lama sih di jalan, tapi murah. Buat santai-santai boleh lah. Perbedaan harga dan waktunya cukup signifikan sih kalau pakai ICE. Hehe. 

Untuk jalan-jalan di kota tujuan, kadang tricky juga, banyak diskon-diskon atau tiket murah yang bisa kita dapatkan. Kalau ini kuncinya mungkin browsing sih ya. Saya belum banyak keliling-liling jadi sekedar share beberapa yang semoga helpful ya.

1. Belanda : punya group ticket yang bisa dibeli di ns.nl under our products >> ticket and supplements >> NS group return ticket. Tiket yang valid untuk group berjalan bersama-sama ini bisa didapat dengan harga 13.75 euro per orang. Lumayan sih, cuman ini pp ke daerah yang satu jalur ya. Agak ribet sih masalah jalur ini bisa dilihat di aplikasi 9292 kalau mau mudahnya. Kalau untuk ke mana saja seharian full bisa beli dag kaart yang sering dijual (tidak selalu) di Albert Heijn, kruidvat, blokker, atau hema. Perlu diperhatikan mau pada pergi ke mana aja. Estimasi harga bisa dilihat juga di aplikasi 9292. Misal Schipol - Den Haag pp butuh 16 euro(an). Kalau pakai group ticket (minimal ber-4) kan bisa murah. Kalau lebih banyak lebih murah, maksimal 10 orang harga 70 euro. Kalau terbang ke Eindhoven, menang banyak kalau rame-rame deh, misal ke Den Haag. Ber-4 bisa cuman 13.75 euro pp, tapi kalau sendirian kena bisa 20 euro (an) sekali jalan. Hmfiuh.

2. London : bisa dibaca di sini.
3. Salzburg : Tiket bus di sini ada yang valid buat all day. Bisa di beli di tabak (rokok) shop biasanya. Agak lupa harganya sekitar 2.5 euro ya seharian.
4. Paris : bisa dibaca di sini.
5. Geneva : ada tiket gratis 70 menit keliling kota kalau kita turun dari airport, dekat claim baggage ada nih mesin tiket yang bisa keluarin tiket gratis itu.
6. Nice : bisa dibaca di sini.

Hotel
Gak harus di hotel sih, syukur ada tebengan. Tapi kalau gak mau ngerepotin, dan mau fully menikmati honeymoon liburan, kan pengennya nginep di tempat yang private dan nyaman. Hostel kadang bagus, tapi kalau kamar private kadang sama aja harganya sama hotel. Huft. Tapi kalau pilih hostel yang sharing pasti jauuuuhhhhh lebih muraaaah bangeeeeettttt. Sebagai alternatif, bisa juga pakai Airbnb! Kalau cukup berani couchsurfing juga (mungkin) seru. Nah, cara menghematnya adalah coba pakai referal code promotion. Keuntungan jalan-jalan rame2 kan bisa tuh ganti2an pakai akun dan referal code nya. Booking.com dan airbnb punya promo ini. Seru deh. Bisa menghemat dan tetap nyaman ketika liburan. Hehe. Kalau mau referal code saya, boleh pm :D diskon 15 euro untuk booking.com dan 30 euro untuk airbnb.

Nah. Kira-kira itu sih komponen yang bisa dibagikan ya untuk menghemat budget liburan. Kalau masalah makan sih selera dan sangat tergantung sama kebutuhan. Intinya sih, jangan sampai liburan malah sakit hehe. Bisa juga hemat dengan makan makanan supermarket yang pasti lebih murah dibanding kita jajan di restoran. Oiya, kebanyakan sih restoran lokal punya menu gourmet gitu, misal di Paris 16 euro udah dapat 3 courses, di Andalusia (katanya) 12 euro. Hehe coba cek2 aja kalau itu. Saya sih yang jelas butuh makanan berat (pasta, mie, atau nasi). Kalau sandwich lagi roti lagi macuk angin. Huks.


Hepi holidei!

Perancis gak cuma Paris : Jalan-jalan di pinggir Perancis

Siapa yang gak tahu menara Eiffel? Salah satu dari 7 keajaiban dunia itu memang pasti masuk dalam daftar must visit kalau berkunjung ke Eropa. Namun, sebetulnya Perancis bukan cuma Paris aja melainkan banyak banget tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan. Orang bilang bahkan countryside Perancis punya banyak tempat yang unyu-unyu cute bagus gitu. Kali ini, saya mau share pengalaman arrange #tiwiidhamtrip di French Riviera, Chamonix, dan Annecy. Well, kalau belum pernah dengar sebelumnya, wajar kok! Tapi bukan berarti tempatnya biasa aja ya.. Malah, kami lebih suka tempat-tempat ini dibandingkan dengan Paris itu sendiri.

Kami pun arrange sendiri tanpa ikut tur. Hal ini sangat memungkinkan kita jalan santai, sesuka kita, dapat tempat nginep yang nyaman, pilih moda transportasi yang bukan bus, namun tetap murah. Percaya deh. Ga kalah murah sama student trip macam pm2am atau wanderlust student trip. Kami gak mau naik bus karena saya tukang mabok. Selain itu, kalau ada pesawat yg cepat kenapa mesti naik bus yang lama. Tips jalan-jalan murah di Eropa bisa dibaca di sini.

Nice - Eze Village
Sebetulnya pilihan tempat ini gak sengaja karena pengennya cari tiket murah aja buat liburan. Ke mana aja asal murah dan bagus serta ga bikin bosen. Walau tujuannya ke Annecy sih sebetulnya, cuman agak mahal karena mesti ke Geneva. Cari-cari, nemu lah tiket murah dari Amsterdam ke Nice. Dan dari Nice ke Geneva pun murah meriah. Pas buangets. Well, walau sudah late autumn mendekati early winter, kenapa ngga ke French Riviera yang pasti udaranya masih anget dan katanya tempatnya kece. French Riveria atau Côte d'Azur itu sendiri merupakan bagian dari pantai Mediterania Perancis (Perancis Selatan).

Keuntungan jalan-jalan di French Riviera adalah kemana-mana dekat. Sehingga, ga boros waktu. Kamu bisa ke Eze Village dan juga Monaco (negara tetangga yang nyempil itu) dalam kurun waktu satu sampai dua jam (diluar jalan-jalan) dari Nice. Dekat kan? Nah, karena kami cuma punya waktu sehari banget, jadi ya ga ngoyo lah, syukur kalau bisa ke Monaco, kalau ngga ya gapapa karena sama aja sih view nya kayak Nice.

Transportasi di Nice dan sekitarnya pun sangat mudah dan murah. Dan informasinya sangat lengkap mulai dari airport transfer di sini sampai bus lainnya di sini (nemu blog orang yang lengkap all about Nice). Kamu bisa baca sendiri ya. Nah. Tapi karena mau cari irit, dan sekedar bagi tips ajah, kalau dari airport ke tengah kota, mending pilih bus biasa (bukan airport express bus). Cuma 1.5 euro ajah. Dari Nice Côte d'Azur Airport agak ke depan airport sedikit, ga perlu nyebrang, belok kanan nemu halte bus. Dan naiklah bus sesuai tujuan kamu. Planner handy di handphone tersedia dalam aplikasi Nice ligne d'azur mobile. Sebetulnya kalau mau ke Agence Lignes d'Azur Thiers dekat Gare de Nice Ville sih enak banget bisa pesan kartu yang all day 5 euro. Tapi karena antri nya panjang waktu itu, kami jadinya lanjut jalan aja beli on boardpay as you go karena murah juga tiketnya (1.5 euro sekali jalan) dan ga mau ke banyak tempat. InsyaAllah tetap murah lah.

Penginapan di Nice relatif murah. Kami nginap di hotel Saint Gothard bintang dua, tapi lumayan bersih dan dekat sekali sama Gare de Nice Ville (Stasiun Central). Dari sini pun dekat dengan Cathédrale Orthodoxe Russe St Nicolas. Kami pun jalan kaki aja karena ga jauh.


Setelah itu kami mau foto di pantai Nice yang main-stream itu view dari atas, tapi agak bingung nih ke mana, katanya sih ke Castle Hill (Castle of Nice) atau apalah itu namanya. Kami pasang gmaps menuju ke daerah Colline du Château. Ternyata kami gak sengaja nemu Monument aux Morts yang sepanjang jalan menuju itu, kami lewatin port yang kayak di Monaco dan tulisan I love Nice. Haha.



Jadi saya sebetulnya masih bingung juga itu Castle Hill nya di mana. Walaupun di gmaps tertera : Le Cheteau. Dan hmpfht yah walau bingung, alhamdulillah dapat juga view nya walaupun ogah naik ke point view yang lebih tinggi karena capek. Kami akhirnya cukup bersyukur bisa lihat pantai Nice yang ternama itu :D


Setelah itu kami menuju ke Eze Village. Agak nyasar juga karena kami pengenya dari Vauban tapi Lignez d'Azur app sarankan kita pergi dari Boyer. Setelah makan eskrim dulu, kami pun naik bus menuju Eze Village. Hanya bayar 1.5 euro lagi. Sampai di Eze Village, memang lucu banget ya village nya. Kayak di film gitu. Dari mulai masuk pintu gerbang village nya aja udah seneng. Tapi jalan menanjak. Jadi persiapkan energi. Hehe.






 Le Jardin exotique d'Eze
Oiya, di Jardin exotique d'Eze kita harus bayar tiket masuk. tapi, kalau student hanya bayar setengah harga. 3.5 euro ajah. Siapkan kartu mahasiswa yah, karena kalau ga tetp harga normal.

Udah capek nanjak dan menikmati (hampir) sunset di puncak Eze, jadinya langsung pulang deh. Gak ke Monaco. Sayang sekali jadwal bus ga cocok, jadi naik bus dulu ke Eze Central Station lalu naik kereta. Tapi murah lah, kereta sekitar 6/7 euro berdua lah dari Eze ke Nice Ville.

Sebagai info tambahan juga, kalau naik uber dari tengah kota ke airport pagi hari bisa nambah harganya. Menurut info beredar sekitar 16-20 euro (beda dikit sama bus express) tapi saya kena 26 euro (berdua). Hiks, dua kali lipat bus express. Kalau rame-rame mending sih naik uber ya. Yaudah lah ya. Risiko flight pagi buta dan demi tiket pesawat murah ke Geneva!



Geneva - Chamonix - Annecy
Kabar baiknya adalah setiap arrival di Geneva Airport, kita dapat tiket public transport gratis selama 70 menit muter-muter Geneva. Mesin tiket ada di dekat claim baggage. Katanya harus tunjukan boarding pass, tapi kami tinggal pencet langsung keluar tiket gratisnya. Karena kami cuma punya waktu 1.5 jam di Geneva, jadi memutuskan untuk berkunjung ke Gedung UN, Palais de Nation saja. Tapi ternyata sebrangnya ITU (International Telecommunications Union). Suamiku seneng banget. Haha. Cuma 13 menit dari airport naik Bus No. 5. Begitu pula sebaliknya. Efektif dan efisien. Sebetulnya ada air mancur itu loh di Lake Geneva, cuman gak sempat.




Tiwi dan Calon Kantor :D

Idham dan Calon Kantor :D
Ke Chamonix kami naik Bus dari Geneva airport. Bagi yang mau excursion (jadi pp Geneva-Chamoonix-Geneva) juga bisa kok. Tapi ngapain, nginep di Geneva kan mahal. Hehe. Nah, kami naik swiss tours dari goeuro ini loh. Perjalanan juga cepat dan nyaman, ga mabok karena naik elf. Chamonix pun bagus banget! Kami naik cable car dengan harga 60 euro seorang. Puncaknya bernama Aiguille Du Midi 3842 mdpl! Dibanding Jungfrau dan Titlis yang mahal itu, ini merupakan puncak tertinggi dan tergolong murah. Seneng kan.







Oiya, mending sebelum naik cable car ke atas, makan dulu yang kenyang. Selain buat simpanan energi, di atas mahal banget. Huks. Di dekat Bus Station, ada restoran turki halal dan lumayan enak. Masa rasanya mirip McD di Indonesia. Haha. Beli minum juga di bawah aja lah. Di atas tap waternya hangat jadi ga bisa di minum, sedangkan kalau beli mahal. Hehe.

Setelah puas dengan magical sunset, kami menuju Annecy. Sampainya malam sih, tapi untungnya kami dapat hotel dekat sekali dengan Gare SNCF (Central Station). Hotelnya cantik dan lumayan murah-mahal haha. Karena hotel di Annecy mahal deh, tapi lebih murah dibanding Geneva. Kami naik Oui Bus jadwal 19.40. Sebagai trick untuk jalur trip ini, memang gak perlu habisin waktu lama-lama di Chamonix, apalagi Annecy. Chamonix memang seharian sih, tapi ga perlu nginap lah, langsung aja ke Annecy. Kalau beruntung, kamu bisa langsung cabut dari Annecy siang ke Geneva untuk catch flight ke tempat selanjutnya. In our case, kami pulang hari yang sama dengan hari mengeksplrasi Annecy!

Annecy punya daya tarik sendiri bagi saya di kala pagi. Hehe. Bagus banget. Matahari nya sangat bersahabat kala itu. Kami sih cuma pengen lihat Le Palais de I'lle dan Pont des Amours. Namun, di tengah perjalannya kami nemu sudut-sudut indah yang mirip italy yang unyu-unyu itu loh.

Area Chateau yang gak tahu namanya apa

Le Palais de I'lle



Pont des Amours
Lago de Annecy
Nah. Setelah puas dengan Lake Annecy ini, kami bergegas menuju Geneva lagi dengan Bus lokal - Altibus yang bisa dilihat jadwalnya dan harganya di sini.

Huwaaw. Pokoknya senang sekali #tiwiidhamtrip kali ini berjalan lancar dan bikin hepi. Alhamdulillah. So, percaya deh, Perancis gak cuma Paris!


Monday, 17 April 2017

Paris Trip

Bagi yang mau ke Paris tapi ga punya banyak waktu, saya saranin pergi 2 hari aja apabila mau ke Versailles. Well, tapi kalau masih sibuk di tengah-tengah padatnya tugas kerja atau kuliah, paris dalam waktu sehari, kurang dari 24 jam, kenapa ngga?

Paris Visite
Siapkan Paris Visite 1 jour (1 hari) yang bisa di beli dari mesin tiket di stasiun metro. Tiket ini berlaku untuk semua metro dan semua bus seharian penuh tapi harganya beda-beda tergantung zona. Pilih zona 1-3 apabila berangkat dan kembali ke stasiun bus internasional seperti Gallieni Station. Kalau mau ke versailles pakai zona 1-4 (gak bisa satu hari ajah). Kalau mau muter-muter paris seharian di tengah kota mungkin cukup zona 1-2 dengan paris mobilis - pasti lebih murah. Untuk paris visite zona 1-3 harganya 11.56 euro.

Rute Perjalanan
Gallieni
Berangkat dari Amsterdam malam sampai Paris early morning bisa menghemat pengeluaran untuk akomodasi kamu. Kami lakukan itu, bahkan pulangnya pun di hari yang sama ambil Bus malam sampai Amsterdam pagi banget begitu juga sampai London. Konsekuensi nya badan pegel walau tetep hepi. Alhamdulillah. Nah, best route yang kami lalui adalah sebagai berikut:

Eiffel Tower
Dari stasiun bus naik metro aja ke tengah kota, tujuan pertama adalah Eiffel Tower. Selain supaya rutenya bagus ga bolak balik, ternyata kalau mau naik ke tower nya harus antri panjang banget jadi harus dari pagi ke sini. Kami sudah sampai jam 9 kurang aja udah antri banget. Jadilah kami memutuskan ga naik ke atas karena : antri panjang, takut ketinggian, waktu mepet, dan untuk menghemat. Walaupun bisa mesra-mesraan sama kekasih halalku di atas salah satu kota romantis dunia, yaudah lah ya ga usah naik ke atas. Biar cepet dan menang banyak muterin semua tempat. Inget, waktu kita cuma sehari.
Oiya, kalau sempat kunjungi eiffel sunset sampai malam beruntung sekali karena kelap kelipya bisa dinikmati setiap jam sekali dan hanya 5 menit aja light shownya.







Pont de l'Alma (Tourist Boat Tour on the river La Seine Paris, France)
Setelah puas foto-foto di jardin (garden) depan eiffel, kami menuju ke Pont de l'alma untuk janjian sama temen kami kang eja #rezatour wakakak. Awalnya doi sarankan naik aja boat tour nya, bisa keliling paris hanya dalam waktu sejam bisa lewatin semua main attraction di paris. Tapi karna waktu dan untuk menghemat, kami ga ikutan tour. Janjian di jembatan aja lah, yang kebetulan tempat terowongan Lady Diana meninggal. Anw, pont artinya jembatan.




Arc de Triomphe
Dari jembatan lady diana (sebut saja gitu ya) haha! kami ke Arc de Triomphe dengan metro. Lupa euy statsiunnya apa, coba aja google maps atau mapper. Dan Alhamdulillah cuaca cerah.




Pont Alexandre III
Setelah itu, kami jalan. Yah, namanya juga jalan-jalan, ternyata paris kecil dan bisa di lalui pakai kaki ajah. Positifnya, kita bisa asik menikmati matahari yang jarang-jarang ditemuin di Eropa yang baru mulai spring ini, udah gitu rutenya tinggal lurus aja kok jalannya, kotanya cantik lagi. Sepanjang jalan kenangan itu namanya Avenue des Champs Elyses. Negatifnya ya capek sih mak.
Oiya, perjalanan dari Arc de Triomphe ke Pont Alexandre bisa lewatin macem-macem, ada shopping area, Grand Palais, Petit Plais, terus banyak yang caem qaq bangunannya minta dipotret.

Grand Palais

Pont Alexandre III cantik menghadap ke eiffel


Jardin des Tuileries 
Jalan Avenue des Champs Elyses kalau diterusin lagi, kita sampai ke Biaglala dan Monas nya Paris. Semua ada di Jardin des Tuileries. Ini kesukaan saya sih, karena ada eskrim cone yang ENAK banget dan kita bisa duduk cantik bermandikan cahaya matahari makan crepes. OMAGA. Alhamdulillah yah. Di jardin ini, ada juga Obelisque de Louxor (Monas) dan the Big Wheel (Bianglala). Ngapain juga sih ya naik bianglala, mending makan eskrim pinggir danau tengah jardin. Jardin nya btw cantik banget juga.


Musee du Louvre
Lurus lagi kita bisa liat Musee du Louvre. Ini sih pengen banget masuk, tapi antrinya ampun, udah ga 26 tahun jadi mesti bayar, dan udah laper huhu. Jadinya foto di depannya aja. Udah hepi karena caca cerah. Tapi spot foto paling favourit saya sebetulnya ada bunderan isi pohon bentuk dan bunga dengan background segitiga dan Museum Louvre-nya. Kebetulan saya baru tau sebetulnya ya Musee du Louvre ya nama museumnya, segitiga kaca itu mah tambahan dan baru aja dibikin.




Ga pernah tau ada gate ini yang cantik banget di sebrang Louvre

River Seine - Paris-Plages
Nah, tujuan utama abis dari Louvre sih Notre Dame. Tapi ternyata bisa ngelewatin sungai Seine dan kalau summer, pinggiran sungai ini dijadiin pantai buatan gitu. Dulu liat di tipi ada pantai buatan di Paris hehe. Walau belum summer jadi belum ada pantainya, tapi tetep unyu sih menurut saya jalan santai pinggiran sungai.

Notre Dame Cathedral
Di Notre Dame kami foto di depannya ajah. Rame banget deh di sini, karena ada juga hall terbuka yang besar banget dan ada Titik 0 Perancis. Alhamdulillah dah injek titik nol nya, jadi katanya bisa balik lagi ke sana. Aamiin. Harus ke sini ya. Nah habis ini makan dulu, baru ke masjid. Saya bahas di bagian makan enak ya tentang tempat makannya!



The Grande Mosque de Paris
Last but not least! kami ke Masjid agung perancis. Sekalian sholat dan ternyata subhanallah bagus baget masjidnya. Tapi sebetulnya jadi lebih pengen banget ke mekah, madinah, dan cordoba. Walau masjid paris mirip-mirip masjid tanah abang yg di lantai atas itu, tapi bunga-bunga dan tamannya ga ada yang kalahin. Jadi motivasi dan isnpirasi untuk model bangunan masjid nih.







Makan Enak
Kalau ke paris ga cobain makan traditional french cuisine sih bhay ajah! Kami makan di dekat Notre Dame, di Rue Saint-Severine nama restaurant nya Le Sainsev'. Recommended banget kak. Makanan tersaji lengkap dengan table manner dan 3 courses mulai dari appetizer, main course, dan dessert. Suasanan restaurant nya romantis lagi.

Kiri atas ke kanan bawah : 1. Beignets de calamars, 2. Moules à la crème, 3. Escargots, 4. Soupe de poissons, 5. Côte d'agneau, 6. Saumon rôti, 7. Cuisse du confit de canard, 8. Crème brûlée, 9. Tarte tatin
The Romantic Le Sainsev'

Kabar sangat sangat baiknya adalah harganya mahasiswa banget jangan sedih jangan khawatir. 16 euro aja untuk menu gourmet nyah kakakk!

Helpful Things
RATP
Kalau di atas-atas bingung saya cuma sebutin rutenya tapi ga jelasin naik metro apa nomor berapa turun mana, jangan sedih. Siapin pulsa, paket internet, untuk google maps buat rute jalan, dan RATP untuk mapper bisa sekalian buat informasi transportasi di Paris.

#rezatour
Atau kalau ga mau ribet dan pasti dapet trip aman, nyaman, dan tenang bisa hubungin kang eja instagram @nurizki25 siap nemenin asal waktu cucok. Bisa ditanya-tanya kak for further details. Kalau mau jalan-jalan rombongan, belanja, group kecil, apa aja lah. Aih, bakal berkesan deh pokoknya!

Awalnya, saya kurang tertarik sama Paris, tapi suami saya ajakin ke Paris. Seneng bukan main dong diajakin romantis-romantisan. Dipikir-pikir, masa sudah di eropa ga ke Paris? Tapi akhirnya saya tau, kenapa orang senang sekali ke Paris. [Makasih ya suami, udah ajakin aku ke Paris]. Walau akhirnya kami pulang ke tempat yang beda, suami naik bus ke London saya ke Amsterdam, semoga cepet ketemu lagi ya secepatnya banget sangat segera. Aamiin. #maafincurhat


Sampai jumpa di jalan-jalan berikutnya!