Showing posts with label MUA. Show all posts
Showing posts with label MUA. Show all posts

Sunday, 5 March 2017

Review Vendor : Sanggar Rias Pengantin

Untuk vendor yang satu ini, saya memang ga banyak tanya price list atau datang satu per satu ke sanggarnya. Tapi, dalam proses penentuannya memakan banyak waktu dan energi. Jujur bagian yang bikin galau adalah gara-gara saya kepo banyak banget MUA dan sanggar rias pengantin di gallery instagram. Sebagaimana yang saya ceritakan di sini saya paling concern sama vendor ini karena saya sangat ingin pakai paes jawa sedangkan saya berhijab. Setelah menimbang-nimbang, menurut saya ada dua sanggar yang cantik kalau pasangkan paes hijab (dan tentunya make up yang bagus dong):

1. Sanggar Liza
Tidak dapat diragukan lagi bahwa sanggar ini sudah terkenal bagus dari dulu baik di dunia blog, instagram, serta informasi mulut ke mulut. Saya pribadi juga suka sekali dengan make up sanggar ini khususnya Mba Fitri. Pemasangan paes hijab pun dari Mba Fitri rapi sekali. Jadi saya kalau pilih sanggar liza cuma mau sama Mba Fitri, padahal ada Ibu Liza, Mba Reny, dan asisten-asistennya yang banyak. Namun sayangnya, terkadang bila diperhatikan pengantinya mba fitri hanya dipasangkan bunga menutupi telinga dan baju yang terkesan menutupi leher, serta rambut yang disanggul masih tetap keliatan.

Bila dibandingkan dengan Kusumo Inten yang saya juga suka, harganya memang lebih mahal sedikit, saya galau. FYI, Mba Fitri sekarang sudah jadi paket platinum. Tapi, karena saya khawatir ga bisa nego dan diskusi sama perias nya langsung untuk menutup bagian-bagian tertentu, saya jadi sangat galau. Haha, maklum biasanya perias itu Bos nya, jadi punya pakem dan style sendiri-sendiri. Tapi gimana dong, hasil riasannya selalu bagus di mata saya. Entah karena Mba Fitri foto pakai kamera canggih (dari pada Bu Liza dan Mba Reny) atau memang secantik itu hasil riasannya dibanding dengan lainnya hehe. Nah, saya jadi sangat sangat galau.

Tapi karena ingin tampil cantik di hari special, saya mau coba sikat aja lah ya sanggar liza dengan harapan bisa discuss sama Mba nya langsung request-request khusus. Seketika saya book tanggal, eh ga jodoh Mba Fitri nya fully booked. Ampun deh. Masih H-1 TAHUN! Yanasip.

Allah maha tau kemampuan hambanya, Allah kasih saya vendor yang budget nya pas tapi tetep cantik. Saat tahu Mba Fitri ga bisa, saya langsung DP Kusumo Inten dengan perias siapapun, saking ga mau kalah cepet untuk kedua kali.

http://pricelist.lizasouvenir.com/

2. Kusumo Inten
Segitu sengitnya persaingan book sanggar rias kan? Saya juga ga masalah dengan Kusumo Inten karena jujur untuk paes hijab memang top markotop dan menurut saya yang terbaik. Baik dari segi menutup auratnya maupun bentuknya yang tidak neko-neko. Ada beberapa poin juga yang saya request untuk riasan di Hari-H, salah satunya menutupi telinga dengan bunga. Penting sih, supaya gak kelihatan banget ceplakan telinganya, supaya ga malu kan cyin biasa pake jilbab. Well, memang butuh men-detail kalau urusan sama vendor kawinan.

Saya senang sekali sama hasilnya. Orang bilang manglingi dan terpancar aura pengantinnya. Penting banget untuk disampaikan di sini sekali lagi : paes hijabnya oke punya. Alhamdulillah.

Rias dan Kebaya Akad Nikah Kusumo Inten

Detail make up dan paes hijab by Kusumo Inten

Detail baju resepsi Kusumo Inten


Pengantin Jawa Kusumo Inten


Kenangan yang paling berkesan selama dirias Bu Anti (perias saya), saya dikasih tugas, yaitu baca Al-fatihah, Shalawat, sama Al-ikhlas 100 kali masing-masing. Saat itu saya baru sadar betul bahwa beberapa jam lagi (kayaknya) saya beneran akan dinikahin orang.

Kelebihan :
Bajunya bagus-bagus dan ga akan nambah biaya bila kamu pakai baju baru (design dari sanggar)
Paes hijab bagus banget
Hasil riasnya bikin pangling

Kekurangan :
Di awal, marketingnya kurang helpful, mungkin karena lagi ramai (lama-lama ramah juga)
MC utama kusumo inten berhalangan dan digantikan MC lain, yang walau senior dan sangat berpengalaman serta terkesan menguasai panggung, tapi performance di Hari-H dirasa kurang greng (setidaknya dari ekspektasi kami di TM)

Kusumo inten
Kav.marinir blok ac 1/1 pd kelapa duren sawit. Jaktim 13450 (tel: 0218650515, 02186903450) www.kusumointen.com

#Sanggar Busana Adat Ibu Aini
Sejujurnya saya gak tahu ini nama sanggarnya apa hehe tapi semua informasi nya bisa dilihat di sini . Sanggar ini saya pakai untuk tambahan saja (bukan sanggar utama), yaitu untuk acara panggih, sewa beskap untuk sepupu-sepupu dan make up tambahan untuk saudara-saudara.

Walau sewa beskapnya murah 150k kumplit jeung dengan 9 items pelengkap, beskap pager bagus di sanggar ini kece banget. Make up nya juga bagus kok 150k juga per orang sudah dengan hair do. Saya sengaja cari-cari di pos mana yang bisa mengurangi budget tanpa mengurangi kualitas sedikit pun. Alhamdulillah dapet rekomendasi dari teman untuk sewa beskap dan make up saudara-saudara cucok banget deh.

Acara panggih kami pun dipandu dengan apik oleh Ibu Aini. Ibu yang informatif, persuasif, sigap, dan ceriwis ini pun baik banget. Kami deal dengan harga tanpa kembar mayang, but surprise! Di acara panggih hingga pelaminan ada tuh kembar mayang. Makasih bu aini hadiah nya :)

SANGGAR BUSANA ADAT
Address :
Jl. Lodan II No. 6 AB - Rawamangun Jak-Tim
0816 1964 237 - 0813 1688 7864 - 0877 8057 0564

Selamat memilih :)

Sunday, 22 January 2017

Dilamar? (Persiapan Pernikahan Part 1)

Lucunya, jodoh itu memang ga lari ke mana. Dan lebih lucunya lagi, saya ga pernah dilamar ala ala will you marry me yang kayak cerita orang-orang. Yups, kalau dari judul posting-an ini kamu mengharapkan cerita lamaran romantis saya kayak gimana, lupain aja ga usah dibaca karena sejujurnya, saya sama pacar saya ga romantis dan (sayangnya) ga pakai acara lamaran berdua untuk akhirnya memutuskan nikah (bukan lamaran yang di depan keluarga besar loh ya).
Jadi, di tengah ngobrol santai nih, kami mengingat udah mepet ngejar waktu kuliah di luar Indonesia pada saat itu, dan kami mikir-mikir kapan ya enaknya nikahan. We ended up without many options karena ada jadwal kuliah yang walau sangat kompleks pada kala itu, tetap saja (mau gamau) harus dipertimbangkan.

Hmm.. Apparently, right after our santai-santai conversation, he told the plan to his mother. Oh no! Secepat itu pula lah gayung bersambut dan kami diajak survey langsung besoknya ke (calon) venue nikahan. Besoknya gaes. Besoknya. What?!#$%^ Haha!
Singkat cerita, sebetulnya pada saat panik itu, saya bingung mau nyiapin apa. Tapi, supaya yang baca ga ikutan bingung, di sini saya mau share, apa aja sih persiapan teknis awalan yang perlu dilakukan kalau sudah (beneran) mau nikah.

1. Perhitungan kasar undangan
Menurut saya, ini yang paling pertama perlu diketahui. Kenapa perhitungan kasar undangan diperlukan? Karena berdasarkan pengalaman, jumlah undangan pasti akan bertambah seiring berjalannya waktu nyiapain, dan juga pasti budget nya juga menggelembung yang kalau ga dibatasin, jumlah-jumlah itu akan terus nambah sampai batas yang tidak dapat ditentukan.
Bagi yang punya budget tidak terbatas, enak sih, jadi ga usah dipikir berapa orang yang akan diundang. Lain hal bagi yang punya budget tertentu, dari perhitungan kasar itu lah kita berangkat untuk menentukan berapa orang yang akan diundang, acaranya di mana, model penyelenggaraannya seperti apa, dan seterusnya.

2. Venue
Kebanyakan, acara utama perayaan upacara pernikahan ada 2. Akad dan Resepsi. Untuk acara akad sendiri banyak yang lebih suka menyelenggarakan di rumah karena alasan kesakralannya, kehangatannya karena banyak keluarga dateng, dan juga ada orang tua yang pengen rumahnya ramai aja dan menjadi saksi pernikahan anaknya. Banyak pula yang ingin di Masjid karena menikah adalah ibadah, dan juga supaya lebih banyak malaikat yang hadir dan mengamini doa pada saat ijab qabul. Semua diserahkan kepada pertimbangan masing-masing.

Lalu untuk resepsi, pertimbangan memilih tempat juga macam-macam. But once you decided to celebrate it in any gedung di Jekardah Ibu Kota Indonesia Tercinta, siap-siaplah. Tidak dapat dipungkiri, jaman sekarang nikah tidak ditentukan oleh tanggal baik. Yang ada hanyalah tanggal available gedung. Dalam case kami, kami ga punya banyak pilihan waktu, jadi lah semua persiapan nikah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari H. Setahun. Well, tidak lain dan tidak bukan karena persaingan cari tanggal gedung di Jakarta sengit gaes. Percayalah.

3. MUA / Sanggar rias
Setelah dapat tanggal acara, hal yang penting lainnya adalah MUA atau sanggar rias. Memang prioritas masing-masing calon pengantin beda-beda sih, tapi mertua saya (dulu calon mertua) dan saya punya pendapat sama yaitu baju dan make up harus diamankan karena itu yang penting. Tangan mereka lah yang akan menyulap dua orang biasa jadi si raja dan ratu sehari. Hal ini bertambah penting lagi apabila kamu nikah di waktu-waktu puncak / peak season. Haha, serius, nikah juga ada peak season nya, biasanya bulan syawal dan rajab sih. Gatau ada peak yang lain atau ngga.

Nambah penting lagi lagi lagi kalau si calon pengantinya banyak mau dan pengen dirias sama MUA / Sanggar-sanggar tertentu. Hihi. Maklum, saya kan menggunakan jilbab, di hari istimewa itu, saya pengen pake paes tapi ga bikin malu keliatan auratnya, semua tertutup yang rapi dan tidak terlihat maksa, dan tetap cantik. Nah loh. Pusing kan. Saya waktu itu paling galau sama vendor ini. Sehingga, menurut saya, setelah gedung dan tanggal pernikahan, MUA/sanggar favorit yang harus diamankan.

4. Penghulu
Hal ini berlaku apabila kamu menikah pada peak season. Jangan lupa book tanggal penghulu supaya ga kelupaan. Serius, ada cerita teman saya hampir lupa daftar penghulu karena sudah repot ini dan itu. Akhirnya dia mepet daftarnya, but alhamdulilah-nya, penghulu available di tanggal dan jam yang diinginkan karena tidak dalam masa peak season. Coba bayangkan kalau penghulu-penghulu lagi penuh “order-an”, pusing juga kan?
Sehingga, walau terkesan sepele, tapi ini merupakan hal yang utama sebetulnya, yaitu penghulu yang mau nikahin si calon pengantin, dan jangan lupa berkas-berkas yang dibutuhkan. Apalagi bagi kamu yang menikah bukan di tempat domisili. Harus mengurus izin numpang nikah.

5. Catering
Sepakat sekali kalau komponen ini yang sangat penting dalam sebuah acara di mana kita mengundang orang banyak. Ada juga catering yang bisa menyediakan sekaligus dekorasi, foto, sanggar rias, bahkan tim wedding organizer. Sehingga kalau begitu, point ke tiga yang saya sebut di atas jadi gugur dan digantikan point catering ini.

Dalam kasus kami, catering malah dipilih belakangan, bukan karena apa-apa melainkan karena mau yang enak dan terbaik, tapi juga galau dengan performance dari kandidat-kandidat vendor catering. Kami juga masih menimbang-nimbang memilih paket catering, paket pernikahan yang ditawarkan gedung, atau pisah-pisah vendor pilihan sendiri. Saya juga mau cerita tentang pengalam saya bingung dan khawatir memlilh model penyelenggaraan seperti apa pada cerita berikutnya ya..

Panjang juga jadinya. Hehe dilanjut bahas satu per satu di hari-hari berikutnya ya..


Dilamar

Dikasih seserahan